Total Tayangan Halaman

Pages - Menu

Minggu, 11 Oktober 2015

Final Fantasy X (Plot)

Hasil gambarSistem Permainan

Seperti permainan seri Final Fantasy sebelumnya, Final Fantasy X menampilkan cerita perspektif orang ketiga, dengan para pemain secara langsung menavigasi karakter utamanya, Tidus, ke berbagai penjuru dunia untuk berinteraksi dengan objek-objek dan orang-orang. Tidak seperti seri sebelumnya, tetapi, peta dunia dan kota-kota sudah terintegrasi secara penuh, dengan daerah luar dari kota-kota sudah terskala. Ketika pemain menghadapi musuh, latar berganti menjadi sebuah area perang dimana karakter dan musuh saling menunggu untuk giliran menyerang.
Sistem permainan Final Fantasy X berbeda dengan seri-seri permainan Final Fantasy sebelumnya karena seri ini tidak menyajikan peta dunia dengan perspektif mata burung yang menghubungkan seluruh lokasi-lokasi pada permainan. Seri-seri sebelumnya menyajikan sebuah representasi miniatur dari area-area ekspansif antara kota-kota dan lokasi distrik lainnya, yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Di Final Fantasy X, hampir seluruh lokasi-lokasi pada dasarnya terhubung terus menerus dan tidak pernah berpindah ke peta dunia. Koneksi dari satu lokasi ke lokasi lain kebanyakan tersusun secara linear, membentuk sebuah jalan sempit pada lokasi di permainan, walaupun nantinya sebuah pesawat tersedia pada akhir permainan, yang memberikan kemampuan pada pemain untuk menavigasi Spira lebih cepat. Seperti seri-seri sebelumnya, Final Fantasy Xmemiliki beberapa permainan mini, khususnya permainan mini olahraga fiksi di dalam air, "blitzball".

Sistem Pertempuran


Sebuah pertempuran dengan bos di dalam permainan, yang menggunakan tampilan HUD untuk mengilustrasikan informasi saat pertempuran
Final Fantasy X memperkenalkan Conditional Turn-Based Battle (kondisi berdasarkan pergiliran, disingkat sebagai CTB) yang menggantikan sistem tradisional seri-seri sebelumnya, yaitu sistem Active Time Battle (kondisi berdasarkan waktu di dunia nyata, disingkat sebagai ATB), yang pertama kali digunakan pada Final Fantasy IV. Apabila konsep ATB mempertimbangkan waktu di dunia nyata, sistem CTB merupakan format berdasarkan pergiliran yang memberhentikan pertempuran pada saat giliran masing-masing karakter. Dengan demikian, desain CTB memperbolehkan pemain untuk memilih aksi tanpa harus mempertimbangkan waktu. Sebuah timeline grafis yang berada pada pojok kanan atas layar menampilkan detil mengenai siapa yang akan menerima giliran berikutnya. Pemain dapat mengontrol lebih dari tiga karakter dalam pertempuran, walaupun sebuah sistem pergantian karakter memperbolehkan pemain untuk mengganti salah satu karakter dengan karakter yang tidak berada di grup yang sedang berada di pertempuran kapan saja. "Limit Break", atau serangan spesial pada seri Final Fantasy, terdapat kembali di Final Fantasy X dengan nama lain, yaitu "Overdrive". Kebanyakan teknik overdrive interaktif, membutuhkan input tombol-tombol dari pemain untuk menambah keefektifan overdrive. Walaupun pada awalnya overdrive dapat dibuka apabila karakter menerima jumlah luka yang signifikan, pemain dapat memodifikasi syarat-syarat untuk membuka overdrive.
Final Fantasy X memperkenalkan sebuah sistem summoning (memanggil sebuah makhluk) yang juga dimiliki oleh seri-seri permainan ini sebelumnya. Apabila pada seri sebelumnya ketika sebuah makhluk dipanggil, melakukan satu aksi, lalu pergi, maka makhluk yang disebut "aeon" di Final Fantasy X datang dan menggantikan grup pertempuran, berperang sendirian dan pertempuran selesai sampai aeon memenangkan pertempuran. Aeon hilang dari area pertempuran bila ia mati atau diberhentikan oleh pemain, dan kemudian digantikan kembali oleh grup pertempuran sebelumnya. Aeon memiliki statistik, perintah, serangan spesial, mantra, dan overdrive mereka sendiri. Pemain akan mendapat lima aeon serambi menjalankan permainan, tetapi tiga aeon tambahan dapat pemain dapatkan dengan cara menyelesaikan beberapa tugas sampingan.

Sphere Grid


Ilustrasi dari Sphere Grid
Sebagaimana judul-judul sebelumnya dalam seri permainan ini, para pemain memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan karakter-karakter pemain dengan cara mengalahkan musuh-musuh dan memperoleh benda-benda, walaupun sistem poin pengalaman atau EXP (singkatan dari kata bahasa inggris experience point) digantikan oleh sebuah sistem baru yang bertajuk "Sphere Grid", atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai "Jaring Bola". Bila pada sistem sebelumnya karakter-karakter mendapatkan bonus statistik untuk atribut mereka setelahnaik tingkat, maka pada seri ini setiap karakter mendapatkan "Tingkat Sphere" setelah mengoleksi "poin kemampuan" atau AP (singkatan dari kata bahasa inggris ability point). Tingkat Sphere memperbolehkan pemain untuk bergerak di sekitar Sphere Grid, sebuah koneksi simpul-simpul yang membentuk jaring dan di dalamnya terdapat beberapa bonus statistik dan kemampuan. Sebuah "Sphere" dapat digunakan pada sebuah simpul padaSphere Grid, untuk membuka fungsi dari sebuah simpul kepada karakter yang dipilih.
Sistem Sphere Grid juga memperbolehkan para pemain untuk mengustomisasi karakter secara penuh bahkan kontras dengan peran mereka dalam pertempuran, misalnya mengubah Yuna yang perannya seorang penyihir putih menjadi seseorang dengan kekuatan fisik yang luar biasa dan mengubah ahli pedang Auron menjadi seorang penyembuh. Di dalam versi Internasional dan PAL, terdapat sebuah versi opsional kustomisasi Sphere Grid, yakni versi "Expert"; dalam versi ini, semua karakter mulai dengan berada tengah-tengah jaring dan dapat memilih jalan dan mengambil statistik yang pemain pilih, untuk memberi peran pada karakter sesuai kehendak pemain. Sebagai gantinya, jaring versi ini memiliki jumlah simpul yang lebih sedikit, sehingga mengurangi jumlah peningkatan statistik yang tersedia.

Cerita

Latar dan karakter


Peta dari dunia fiksi Final Fantasy X, Spira
Final Fantasy X di-set di sebuah dunia fiksi bernama Spira, di mana terdapat sebuah daratan yang luas yang dibagi menjadi 3 sub-daratan, dikelilingi oleh pulau-pulau tropis kecil. Spira menyertakan berbagai iklim, mulai dari Pulau Besaid dan Kilika yang beriklim tropis, daerah Mi'hen yang beriklim sedang, sampai area Macalania dan Mt. Gagazet yang beriklim dingin. Walaupun secara dominan Spira ditinggali oleh ras manusia, Spira menyajikan sebuah variasi ras-ras. Beberapa dari ras-ras contohnya adalah Al Bhed, yang jago dalam teknologi tetapi juga merupakan sub-grup dari manusia yang kehilangan haknya dengan mata hijau ungu dan bahasa yang unik.Ras Guado tidak mirip dengan manusia dalam penampilan, dengan jari yang panjang dan beberapa kemampuan arboreal lainnya. Yang lebih tidak mirip dengan manusia adalah ras yang mirip dengan singa, yaitu Ronso, dan ras yang mirip kodok, Hypello. Sebuah sub-grup dari ras-ras Spira yang dapat "dirasa" adalah "unsent" (dalam bahasa Indonesia, artinya "belum dikirim"), kematian dengan kekuatan batin yang kuat yang tetap hidup dalam bentuk jasmani. Di Spira, yang mati dan tidak dikirim ke Farplane oleh seorang summoner akan iri dengan kehidupan dan mengalami transformasi menjadi "iblis", monster-monster yang dapat dihadapi sepanjang permainan; namun, unsent dengan kasih sayang yang kuat terhadap kehidupan dunia dapat tetap berada pada bentuk manusia mereka. Fauna lainnya di Spira, selain dari beberapa yang diambil dari binatang asli, seperti kucing, anjing, burung, dan kupu-kupu; juga ikut memasukkan raksasa, hewan amphibi bernama shoopuf (yang mirip dengan gajah; dan hewan fiksi yang mirip dengan Emu, chocobo, yang muncul di hampir seluruh permainan seriFinal Fantasy. Spira sangat berbeda dengan dunia bergaya Eropa yang umumnya ditemukan pada seri Final Fantasy sebelumnya, menjadi dimodel lebih mirip dengan Asia Tenggara, terutama pengaruh dalam hal vegetasi, topografi, arsitektur, dan nama-nama.
Ada tujuh karakter utama di Final Fantasy X, dimulai dengan Tidus, seorang remaja muda yang ceria dan seorang bintang pemain blitzball dari Zanarkand, yang mencari jalan pulang setelah pertemuan dengan Sin yang membawanya ke Spira. Untuk melakukannya, dia bergabung bersama Yuna, seorang summoner yang sedang dalam sebuah perjalanan untuk mendapatkan Aeon Terakhir dan membunuh monster raksasa yang menyerupai ikan paus, "Sin". Yang menemani perjalanan mereka adalah: Kimahri Ronso, prajurit muda dari suku Ronso yang selalu menjaga Yuna saat masa kecilnya; Wakka, seorang pemain blitzball yang adik laki-lakinya dibunuh oleh Sin; dan Lulu, seorang penyihir hitam beraliran stoikisme yang dekat dengan Yuna dan Wakka. Saat perjalanan, Auron bergabung dengan mereka, seorang prajurit suci, yang bekerja dengan ayah Tidus dan ayah Yuna untuk membunuh Sin 10 tahun sebelumnyaa. Rikku juga bergabung dengan grup, seorang gadis Al Bhed yang penuh semangat dan orang ramah pertama yang Tidus temui saat mendatangi Spira.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]


Dari kiri ke kanan: Kimahri, Rikku, Auron, Yuna. Lulu, Tidus, Wakka
Cerita dimulai secara in medias res (pada pertengahan cerita), dengan protagonis utamanya, Tidus, menunggu kawan-kawannya di luar dari reruntuhan sebuah kota tua. Tidus menarasikan kejadian-kejadian yang menyebabkan kejadian di permainan saat itu, mencakup hampir seluruh alur cerita dari permainan. Cerita dimulai di kota asal Tidus, sebuah kota metropolitan dengan teknologi tinggi di Spira, dimana ia adalah seorang bintang olahraga di dalam air terkenal, blitzball. Saat sebuah turnamen blitzball, kota diserang oleh sebuah makhluk raksasa di mana Auron, pria yang sebenarnya bukan dari Zanarkand, menyebutnya "Sin". Sn menghancurkan Zarnarkand, membawa Tidus dan Aaron ke Spira.
Saat mendatangi Spira, Tidus diselamatkan oleh tim penyelamat Al Bhed di daerah tersebut. Saat menanyakan Tidus di mana dia berasal, salah satu dari mereka, Rikku, memberitahu dia bahwa Sin telah menghancurkan Zanarkand 1000 tahun yang lalu. Setelah Sin menyerang kembali, Tidus terpisah dari para penyelam dan terbawa arus menuju sebuah pulau tropis, Pulau Besaid, dimana ia bertemu dengan Wakka, kapten dari tim blitzball lokal. Wakka memperkenalkan Tidus kepada Yuna, seorang summoner muda yang akan pergi dalam sebuah perjalanan spiritual untuk mendapat Aeon Terakhir dan membunuh Sin; bersama para pelindungnya, Lulu dan Kimahri. Sementara itu, Tidus bergabung untuk membantu Wakka dalam turnamen blitzball yang akan berlangsung untuk mencari jalan kembali pulang.Grup berpergian ke sekitar Spira untuk mendapatkan aeon-aeon, bertahan terhadap serangan-serangan dari Sin dan "keturunan"-nya yang berupa monster yang disebut Sinspawn. Setelah turnamen, Auron bergabung bersama merka, di mana ia meyakinkan Tidus untuk menjadi pelindung Yuna. Ia mengungkapkan kepada Tidus bahwa ayah Yuna, Lord Braska; ayah Tidus, Jecht; dan dirinya sendiri melakukan perjalanan spiritual yang sama untuk membunuh Sin sepuluh tahun yang lalu. Tidus pikir ayahnya telah mati di laut sepuluh tahun sebelumnya. Diikuti serangan lainnya dari Sin, Rikku bergabung dengan grup, di mana Rikku nantinya mengungkapkan bahwa ia merupakan sepupu Yuna.
Ketika grup sampai di Kota Guadosalam, ketua dari Guado, Seymour Guadomelamar Yuna, mengklaim bahwa pernikahan tersebut akan meringankan kesedihan Spira.Di Kuil Macalania, grup melihat sebuah pesan dari ayah Seymour, Jyscal, yang memberitahukan bahwa dia dibunuh oleh anaknya sendiri, yang sekarang bertujuan untuk menghancurkan Spira. Grup bertemu kembali dengan Yuna untuk melawan Seymour dalam pertempuran, berhasil membunuhnya, segera setelah kejadian tersebut, Sin menyerang, memisahkan Yuna dari yang lainnya. Sementara mencari Yuna di Pulau Bikanel, tanah asal dari para Al Bhed di mana mereka sedang berada, Tidus menjadi emosional saat mengetahui bahwa parasummoner akan mati setelah memanggil Aeon Terakhir, memunculkan keinginan dirinya untuk mencari sebuah jalan untuk membunuh Sin tetapi tetap menjaga Yuna tetap hidup. Grup menemukan Yuna di Bevelle, di mana dia dipaksa untuk menikahi Seymour yang keadaannya unsent. Mereka menghancurkan pernikahan dan kabur bersama Yuna. Grup tertangkap di Kuil Bevelle, dan diperintahkan untuk menghadapi pengadilan. Setelah kabur dari kurungan, grup pergi menuju reruntuhan dari Zanarkand, seperti yang terlihat pada introduksi permainan.
Dalam perjalanan ke sana, Tidus mengetahui bahwa dia, Jecht, dan Zanarkand yang mereka tinggali adalah wujud titisan yang terhubung dengan aeon-aeon berdasarkan Zanarkand dan penduduknya yang asli. Dahulu kala, Zanarkand yang asli berperang dengan Bevelle dalam sebuah pertempuran machina, di mana Zanarkand mengalami kekalahan. Orang-orang Zanarkand yang selamat menjadi "fayth" sehingga mereka dapat menggunakan memori-memori dari Zanarkand untuk membuat sebuah kota baru dalam imej mereka, menghilangkan realita sebenarnya di Spira. Seribu tahun kemudian setelah pembuatannya, fayth sudah kelelahan "memimpikan" Zanarkand mereka, tetapi mereka tidak dapat berhenti karena pengaruh keberadaan Sin.
Ketika mereka mencapai Zanarkand, Yunalescasummoner pertama yang mengalahkan Sin dan selalu dalam keadaan unsent sejak itu—memberi tahu grup bahwa Aeon Terakhir dibuat oleh fayth yang paling dekat dengan summoner. Setelah membunuh Sin, Aeon Terakhir akan membunuh summoner-nya dan bertransformasi menjadi Sin yang baru, yang telah menyebabkan siklus dari kelahiran kembalinya Sin tetap berlanjut. Yuna memutuskan tidak akan menggunakan Aeon Terakhir, dikarenakan pengorbanan yang sia-sia yang solusi tersebut bawa dan fakta bahwa Sin akan tetap lahir kembali. Kecewa dengan resolusi mereka, Yunalesca mencoba untuk membunuh grup Tidus, tetapi dia kalah dan dia menghilang, mengakhiri harapan untuk mendapatkan Aeon Terakhir. Setelag pertempuran, grup mengetahui bahwa Yu Yevon, seorang summoner yang tidak memiliki peri kemanusiaan dan akal, adalah penyebab siklus kelahiran kembali Sin. Fakta ini membawa grup untuk masuk ke dalam tubuh Sin untuk bertemper dengan Seymour dan jiwa Jecht yang terkurung. Dengan kekalahan dua inang dari Sin, grup Tidus memerangi dan mengalahkan Yu Yevon. Siklus kelahiran kembali Sin berakhir, dan jiwa dari fayth telah bebas dari kurungan. Auron, yang akhirnya mengakui dia seorang unsent, pergi ke Farplane, setelah mati bertahun-tahun yang lalu setelah menghadapi Yunalesca. Kemudian, Zanarkand "Impian" dan Tidus musnah, serta sekarang fayth yang sudah bebas memberhentikan summoning Setelah itu, dalam sebuah pidato kepada warga Spira, Yuna memutuskan untuk membantu membangun dunia mereka yang sudah bebas dari Sin.
Dalam sebuah adegan setelah kredit, Tidus terlihat sedang berenang menuju permukaan laut, dan layar berubah menjadi putih. Adegan ini memiliki hubungan dengan sequel-nya, yaitu Final Fantasy X-2, di mana Yuna menginvestigasi kemungkinan bahwa Tidus masih hidup dalam rangka menemukannya.

1 komentar: