Total Tayangan Halaman

Pages - Menu

Minggu, 11 Oktober 2015

Final Fantasy X (Plot)

Hasil gambarSistem Permainan

Seperti permainan seri Final Fantasy sebelumnya, Final Fantasy X menampilkan cerita perspektif orang ketiga, dengan para pemain secara langsung menavigasi karakter utamanya, Tidus, ke berbagai penjuru dunia untuk berinteraksi dengan objek-objek dan orang-orang. Tidak seperti seri sebelumnya, tetapi, peta dunia dan kota-kota sudah terintegrasi secara penuh, dengan daerah luar dari kota-kota sudah terskala. Ketika pemain menghadapi musuh, latar berganti menjadi sebuah area perang dimana karakter dan musuh saling menunggu untuk giliran menyerang.
Sistem permainan Final Fantasy X berbeda dengan seri-seri permainan Final Fantasy sebelumnya karena seri ini tidak menyajikan peta dunia dengan perspektif mata burung yang menghubungkan seluruh lokasi-lokasi pada permainan. Seri-seri sebelumnya menyajikan sebuah representasi miniatur dari area-area ekspansif antara kota-kota dan lokasi distrik lainnya, yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Di Final Fantasy X, hampir seluruh lokasi-lokasi pada dasarnya terhubung terus menerus dan tidak pernah berpindah ke peta dunia. Koneksi dari satu lokasi ke lokasi lain kebanyakan tersusun secara linear, membentuk sebuah jalan sempit pada lokasi di permainan, walaupun nantinya sebuah pesawat tersedia pada akhir permainan, yang memberikan kemampuan pada pemain untuk menavigasi Spira lebih cepat. Seperti seri-seri sebelumnya, Final Fantasy Xmemiliki beberapa permainan mini, khususnya permainan mini olahraga fiksi di dalam air, "blitzball".

Sistem Pertempuran


Sebuah pertempuran dengan bos di dalam permainan, yang menggunakan tampilan HUD untuk mengilustrasikan informasi saat pertempuran
Final Fantasy X memperkenalkan Conditional Turn-Based Battle (kondisi berdasarkan pergiliran, disingkat sebagai CTB) yang menggantikan sistem tradisional seri-seri sebelumnya, yaitu sistem Active Time Battle (kondisi berdasarkan waktu di dunia nyata, disingkat sebagai ATB), yang pertama kali digunakan pada Final Fantasy IV. Apabila konsep ATB mempertimbangkan waktu di dunia nyata, sistem CTB merupakan format berdasarkan pergiliran yang memberhentikan pertempuran pada saat giliran masing-masing karakter. Dengan demikian, desain CTB memperbolehkan pemain untuk memilih aksi tanpa harus mempertimbangkan waktu. Sebuah timeline grafis yang berada pada pojok kanan atas layar menampilkan detil mengenai siapa yang akan menerima giliran berikutnya. Pemain dapat mengontrol lebih dari tiga karakter dalam pertempuran, walaupun sebuah sistem pergantian karakter memperbolehkan pemain untuk mengganti salah satu karakter dengan karakter yang tidak berada di grup yang sedang berada di pertempuran kapan saja. "Limit Break", atau serangan spesial pada seri Final Fantasy, terdapat kembali di Final Fantasy X dengan nama lain, yaitu "Overdrive". Kebanyakan teknik overdrive interaktif, membutuhkan input tombol-tombol dari pemain untuk menambah keefektifan overdrive. Walaupun pada awalnya overdrive dapat dibuka apabila karakter menerima jumlah luka yang signifikan, pemain dapat memodifikasi syarat-syarat untuk membuka overdrive.
Final Fantasy X memperkenalkan sebuah sistem summoning (memanggil sebuah makhluk) yang juga dimiliki oleh seri-seri permainan ini sebelumnya. Apabila pada seri sebelumnya ketika sebuah makhluk dipanggil, melakukan satu aksi, lalu pergi, maka makhluk yang disebut "aeon" di Final Fantasy X datang dan menggantikan grup pertempuran, berperang sendirian dan pertempuran selesai sampai aeon memenangkan pertempuran. Aeon hilang dari area pertempuran bila ia mati atau diberhentikan oleh pemain, dan kemudian digantikan kembali oleh grup pertempuran sebelumnya. Aeon memiliki statistik, perintah, serangan spesial, mantra, dan overdrive mereka sendiri. Pemain akan mendapat lima aeon serambi menjalankan permainan, tetapi tiga aeon tambahan dapat pemain dapatkan dengan cara menyelesaikan beberapa tugas sampingan.

Sphere Grid


Ilustrasi dari Sphere Grid
Sebagaimana judul-judul sebelumnya dalam seri permainan ini, para pemain memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan karakter-karakter pemain dengan cara mengalahkan musuh-musuh dan memperoleh benda-benda, walaupun sistem poin pengalaman atau EXP (singkatan dari kata bahasa inggris experience point) digantikan oleh sebuah sistem baru yang bertajuk "Sphere Grid", atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai "Jaring Bola". Bila pada sistem sebelumnya karakter-karakter mendapatkan bonus statistik untuk atribut mereka setelahnaik tingkat, maka pada seri ini setiap karakter mendapatkan "Tingkat Sphere" setelah mengoleksi "poin kemampuan" atau AP (singkatan dari kata bahasa inggris ability point). Tingkat Sphere memperbolehkan pemain untuk bergerak di sekitar Sphere Grid, sebuah koneksi simpul-simpul yang membentuk jaring dan di dalamnya terdapat beberapa bonus statistik dan kemampuan. Sebuah "Sphere" dapat digunakan pada sebuah simpul padaSphere Grid, untuk membuka fungsi dari sebuah simpul kepada karakter yang dipilih.
Sistem Sphere Grid juga memperbolehkan para pemain untuk mengustomisasi karakter secara penuh bahkan kontras dengan peran mereka dalam pertempuran, misalnya mengubah Yuna yang perannya seorang penyihir putih menjadi seseorang dengan kekuatan fisik yang luar biasa dan mengubah ahli pedang Auron menjadi seorang penyembuh. Di dalam versi Internasional dan PAL, terdapat sebuah versi opsional kustomisasi Sphere Grid, yakni versi "Expert"; dalam versi ini, semua karakter mulai dengan berada tengah-tengah jaring dan dapat memilih jalan dan mengambil statistik yang pemain pilih, untuk memberi peran pada karakter sesuai kehendak pemain. Sebagai gantinya, jaring versi ini memiliki jumlah simpul yang lebih sedikit, sehingga mengurangi jumlah peningkatan statistik yang tersedia.

Cerita

Latar dan karakter


Peta dari dunia fiksi Final Fantasy X, Spira
Final Fantasy X di-set di sebuah dunia fiksi bernama Spira, di mana terdapat sebuah daratan yang luas yang dibagi menjadi 3 sub-daratan, dikelilingi oleh pulau-pulau tropis kecil. Spira menyertakan berbagai iklim, mulai dari Pulau Besaid dan Kilika yang beriklim tropis, daerah Mi'hen yang beriklim sedang, sampai area Macalania dan Mt. Gagazet yang beriklim dingin. Walaupun secara dominan Spira ditinggali oleh ras manusia, Spira menyajikan sebuah variasi ras-ras. Beberapa dari ras-ras contohnya adalah Al Bhed, yang jago dalam teknologi tetapi juga merupakan sub-grup dari manusia yang kehilangan haknya dengan mata hijau ungu dan bahasa yang unik.Ras Guado tidak mirip dengan manusia dalam penampilan, dengan jari yang panjang dan beberapa kemampuan arboreal lainnya. Yang lebih tidak mirip dengan manusia adalah ras yang mirip dengan singa, yaitu Ronso, dan ras yang mirip kodok, Hypello. Sebuah sub-grup dari ras-ras Spira yang dapat "dirasa" adalah "unsent" (dalam bahasa Indonesia, artinya "belum dikirim"), kematian dengan kekuatan batin yang kuat yang tetap hidup dalam bentuk jasmani. Di Spira, yang mati dan tidak dikirim ke Farplane oleh seorang summoner akan iri dengan kehidupan dan mengalami transformasi menjadi "iblis", monster-monster yang dapat dihadapi sepanjang permainan; namun, unsent dengan kasih sayang yang kuat terhadap kehidupan dunia dapat tetap berada pada bentuk manusia mereka. Fauna lainnya di Spira, selain dari beberapa yang diambil dari binatang asli, seperti kucing, anjing, burung, dan kupu-kupu; juga ikut memasukkan raksasa, hewan amphibi bernama shoopuf (yang mirip dengan gajah; dan hewan fiksi yang mirip dengan Emu, chocobo, yang muncul di hampir seluruh permainan seriFinal Fantasy. Spira sangat berbeda dengan dunia bergaya Eropa yang umumnya ditemukan pada seri Final Fantasy sebelumnya, menjadi dimodel lebih mirip dengan Asia Tenggara, terutama pengaruh dalam hal vegetasi, topografi, arsitektur, dan nama-nama.
Ada tujuh karakter utama di Final Fantasy X, dimulai dengan Tidus, seorang remaja muda yang ceria dan seorang bintang pemain blitzball dari Zanarkand, yang mencari jalan pulang setelah pertemuan dengan Sin yang membawanya ke Spira. Untuk melakukannya, dia bergabung bersama Yuna, seorang summoner yang sedang dalam sebuah perjalanan untuk mendapatkan Aeon Terakhir dan membunuh monster raksasa yang menyerupai ikan paus, "Sin". Yang menemani perjalanan mereka adalah: Kimahri Ronso, prajurit muda dari suku Ronso yang selalu menjaga Yuna saat masa kecilnya; Wakka, seorang pemain blitzball yang adik laki-lakinya dibunuh oleh Sin; dan Lulu, seorang penyihir hitam beraliran stoikisme yang dekat dengan Yuna dan Wakka. Saat perjalanan, Auron bergabung dengan mereka, seorang prajurit suci, yang bekerja dengan ayah Tidus dan ayah Yuna untuk membunuh Sin 10 tahun sebelumnyaa. Rikku juga bergabung dengan grup, seorang gadis Al Bhed yang penuh semangat dan orang ramah pertama yang Tidus temui saat mendatangi Spira.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]


Dari kiri ke kanan: Kimahri, Rikku, Auron, Yuna. Lulu, Tidus, Wakka
Cerita dimulai secara in medias res (pada pertengahan cerita), dengan protagonis utamanya, Tidus, menunggu kawan-kawannya di luar dari reruntuhan sebuah kota tua. Tidus menarasikan kejadian-kejadian yang menyebabkan kejadian di permainan saat itu, mencakup hampir seluruh alur cerita dari permainan. Cerita dimulai di kota asal Tidus, sebuah kota metropolitan dengan teknologi tinggi di Spira, dimana ia adalah seorang bintang olahraga di dalam air terkenal, blitzball. Saat sebuah turnamen blitzball, kota diserang oleh sebuah makhluk raksasa di mana Auron, pria yang sebenarnya bukan dari Zanarkand, menyebutnya "Sin". Sn menghancurkan Zarnarkand, membawa Tidus dan Aaron ke Spira.
Saat mendatangi Spira, Tidus diselamatkan oleh tim penyelamat Al Bhed di daerah tersebut. Saat menanyakan Tidus di mana dia berasal, salah satu dari mereka, Rikku, memberitahu dia bahwa Sin telah menghancurkan Zanarkand 1000 tahun yang lalu. Setelah Sin menyerang kembali, Tidus terpisah dari para penyelam dan terbawa arus menuju sebuah pulau tropis, Pulau Besaid, dimana ia bertemu dengan Wakka, kapten dari tim blitzball lokal. Wakka memperkenalkan Tidus kepada Yuna, seorang summoner muda yang akan pergi dalam sebuah perjalanan spiritual untuk mendapat Aeon Terakhir dan membunuh Sin; bersama para pelindungnya, Lulu dan Kimahri. Sementara itu, Tidus bergabung untuk membantu Wakka dalam turnamen blitzball yang akan berlangsung untuk mencari jalan kembali pulang.Grup berpergian ke sekitar Spira untuk mendapatkan aeon-aeon, bertahan terhadap serangan-serangan dari Sin dan "keturunan"-nya yang berupa monster yang disebut Sinspawn. Setelah turnamen, Auron bergabung bersama merka, di mana ia meyakinkan Tidus untuk menjadi pelindung Yuna. Ia mengungkapkan kepada Tidus bahwa ayah Yuna, Lord Braska; ayah Tidus, Jecht; dan dirinya sendiri melakukan perjalanan spiritual yang sama untuk membunuh Sin sepuluh tahun yang lalu. Tidus pikir ayahnya telah mati di laut sepuluh tahun sebelumnya. Diikuti serangan lainnya dari Sin, Rikku bergabung dengan grup, di mana Rikku nantinya mengungkapkan bahwa ia merupakan sepupu Yuna.
Ketika grup sampai di Kota Guadosalam, ketua dari Guado, Seymour Guadomelamar Yuna, mengklaim bahwa pernikahan tersebut akan meringankan kesedihan Spira.Di Kuil Macalania, grup melihat sebuah pesan dari ayah Seymour, Jyscal, yang memberitahukan bahwa dia dibunuh oleh anaknya sendiri, yang sekarang bertujuan untuk menghancurkan Spira. Grup bertemu kembali dengan Yuna untuk melawan Seymour dalam pertempuran, berhasil membunuhnya, segera setelah kejadian tersebut, Sin menyerang, memisahkan Yuna dari yang lainnya. Sementara mencari Yuna di Pulau Bikanel, tanah asal dari para Al Bhed di mana mereka sedang berada, Tidus menjadi emosional saat mengetahui bahwa parasummoner akan mati setelah memanggil Aeon Terakhir, memunculkan keinginan dirinya untuk mencari sebuah jalan untuk membunuh Sin tetapi tetap menjaga Yuna tetap hidup. Grup menemukan Yuna di Bevelle, di mana dia dipaksa untuk menikahi Seymour yang keadaannya unsent. Mereka menghancurkan pernikahan dan kabur bersama Yuna. Grup tertangkap di Kuil Bevelle, dan diperintahkan untuk menghadapi pengadilan. Setelah kabur dari kurungan, grup pergi menuju reruntuhan dari Zanarkand, seperti yang terlihat pada introduksi permainan.
Dalam perjalanan ke sana, Tidus mengetahui bahwa dia, Jecht, dan Zanarkand yang mereka tinggali adalah wujud titisan yang terhubung dengan aeon-aeon berdasarkan Zanarkand dan penduduknya yang asli. Dahulu kala, Zanarkand yang asli berperang dengan Bevelle dalam sebuah pertempuran machina, di mana Zanarkand mengalami kekalahan. Orang-orang Zanarkand yang selamat menjadi "fayth" sehingga mereka dapat menggunakan memori-memori dari Zanarkand untuk membuat sebuah kota baru dalam imej mereka, menghilangkan realita sebenarnya di Spira. Seribu tahun kemudian setelah pembuatannya, fayth sudah kelelahan "memimpikan" Zanarkand mereka, tetapi mereka tidak dapat berhenti karena pengaruh keberadaan Sin.
Ketika mereka mencapai Zanarkand, Yunalescasummoner pertama yang mengalahkan Sin dan selalu dalam keadaan unsent sejak itu—memberi tahu grup bahwa Aeon Terakhir dibuat oleh fayth yang paling dekat dengan summoner. Setelah membunuh Sin, Aeon Terakhir akan membunuh summoner-nya dan bertransformasi menjadi Sin yang baru, yang telah menyebabkan siklus dari kelahiran kembalinya Sin tetap berlanjut. Yuna memutuskan tidak akan menggunakan Aeon Terakhir, dikarenakan pengorbanan yang sia-sia yang solusi tersebut bawa dan fakta bahwa Sin akan tetap lahir kembali. Kecewa dengan resolusi mereka, Yunalesca mencoba untuk membunuh grup Tidus, tetapi dia kalah dan dia menghilang, mengakhiri harapan untuk mendapatkan Aeon Terakhir. Setelag pertempuran, grup mengetahui bahwa Yu Yevon, seorang summoner yang tidak memiliki peri kemanusiaan dan akal, adalah penyebab siklus kelahiran kembali Sin. Fakta ini membawa grup untuk masuk ke dalam tubuh Sin untuk bertemper dengan Seymour dan jiwa Jecht yang terkurung. Dengan kekalahan dua inang dari Sin, grup Tidus memerangi dan mengalahkan Yu Yevon. Siklus kelahiran kembali Sin berakhir, dan jiwa dari fayth telah bebas dari kurungan. Auron, yang akhirnya mengakui dia seorang unsent, pergi ke Farplane, setelah mati bertahun-tahun yang lalu setelah menghadapi Yunalesca. Kemudian, Zanarkand "Impian" dan Tidus musnah, serta sekarang fayth yang sudah bebas memberhentikan summoning Setelah itu, dalam sebuah pidato kepada warga Spira, Yuna memutuskan untuk membantu membangun dunia mereka yang sudah bebas dari Sin.
Dalam sebuah adegan setelah kredit, Tidus terlihat sedang berenang menuju permukaan laut, dan layar berubah menjadi putih. Adegan ini memiliki hubungan dengan sequel-nya, yaitu Final Fantasy X-2, di mana Yuna menginvestigasi kemungkinan bahwa Tidus masih hidup dalam rangka menemukannya.

Final Fantasy IX (Plot)

Hasil gambar Permainan

Pada Final Fantasy IX, pemain menavigasi karakter menjelajahi dunia permainan, mengeksplorasi area dan berinteraksi dengan NPC. Sebagian besar permainan terjadi di kota, dungeon, goa, dan area sejenis, yang disebut dengan layar lapangan (Field Screen). Untuk membantu penjelajahan pada layar lapangan, Final Fantasy IX mengenalkan "ikon lapangan", sebagai simbol yang muncul di atas kepala karakter. Memberitahukan di tempat itu ada item atau lainnya. Player harus berbicara dengan moogle untuk menyimpan permainan, mengembalikan energi dengan tenda, dan membeli item —Fungsi lain adalah Moogle memungkinkan pemain untuk mengirimkan surat kepada Moogle lain melalui "Mognet".

Ikon lapangan mengindikasikan ada objek yang akan diperiksa, yaitu pemeriksaan tiket.
Pemain menjelajah lokasi antar layar lapangan melalui peta dunia, tiga dimensi. Dalam bentuk perspektif. Pemain bebas mengeksplorasi wilayah peta dunia sampai tidak dihalangi oleh keaadan wilayah, seperti laut atau gunung. Untuk mendukung batasan keadaan wilayah, pemain bisa menaiki Chocobo, berlayar dengan kapal, atau menaiki pesawat. Seperti Final Fantasy sebelumnya, berkelana pada layar dunia akan diganggu oleh Pertarungan acak.
Final Fantasy IX juga menawarkan penampilan baru untuk mengeksplorasi kota dengan Active Time Event (ATE), yang mendukung pengembangan karakter, item spesial, dan pilihan cerita. Secara Spesifik, pemain dapat meilhat even yang terjadi secara terus menerus. ATE digunakan untuk mengendalikan dua anggota tim yang dibagi untuk memcahkan teka-teki dan menjelajahi labirin.

Sistem Pertarungan

Kapanpun ketika karakter menjumpai musuh, layar dunia akan berubah menjadi "layar pertarungan". Pada layar pertaungan, musuh muncul pada sisi yang berlawanan dengan karakter; setiap pertarungan menggunakan sistem Active Time Battle yang pertama muncul di Final Fantasy IV. Daftar perintah karakter dimunculkan dalam wujud jendela di sebelah bar ATB; terdapat perintah menggunakan item atau menyerang musuh, dan juga terdapat kemampuan unik masing-masing karakter. Sebagai contoh Zidane dapat mencuri item dari musuh, Eiko dan Garnet bisa memanggil eidolon dan Vivi bisa menggunakan sihir hitam untuk menyerang musuh.

Pada Awal pertarungan denganbossSteiner menyerang musuh sementara Zidane menunggu perintah pemain.
Perintah karakter akan berubah jika pemain menjadi mode Trance, yang akan aktif untuk sementara waktu dan bar Trance ini akan terisi jika pemain terkena serangan mirip dengan Limit Break yang digunakan di Final Fantasy VII. Ketika bar Trance sudah penuh, kekuatan pemain akan meningkat, dan pemain bisa memilih perintah serangan spesial. "Skill" Zidane sebagai contoh akan menjadi "Dyne" yang memungkin untuk melakukan serangan yang kuat; perintah "Black Magic" Vivi akan berubah menjadi "Double Black", yang memungkinkan meluncurkan serangan sihir 2 kali berturut-turut. Melalui layar konfigurasi, pemain bisa mengubah gaya Pertarungan dari Normal menjadi Custom, yang membuat dua pemain bisa mengendalikan dua karakter selama pertarungan.
Performa karakter pada pertarungan ditentukan oleh nilai numerikal seperti kecepatan, kekuatan, dan kekuatan sihir. Statistik karakter akan naik seiring dengan memperoleh banyak EXP; ketika pemain memenangkan pertarungan pemain akan mendapat EXP, dan akan diakumulasikan. Ketika pemain naik level, status karakter akan meningkat dan juga diperkuat oleh equip yang dipakai karakter. Memenangkan pertarungan juga membuat pemain memperoleh Uang "Gil", kartu "Tetra Master", dan ability point (AP).

Senjata dan Kemampuan

Final Fantasy IX mempunyai fitur kostumisasi karakter yang berbeda dari dua judul Final Fantasy sebelumnya dengan membangkitkan konsep kelas/profesi karakter, yang mendesain sebuah karakter untuk beberapa peran pada pertarungan. Sebagai contoh, Vivi yang didesain sebagai penyihir hitam dan satu-satunya karakter yang bisa menggunakan sihir hitam, Steiner adalah kesatria dan satu-satunya karakter yang bisa menggunakan pedang.
Fungsi dasar equip pada Final Fantasy adalah meningkatkan atribut karakter; contoh baju Zidane akan meningkatkan statistik pertahanannya, Pada Final Fantasy IX, sanjata dan baju pelindung mempunyai kemampuan spesial karakter, yang bisa digunakan ketika item tersebut dipasangkan (harus sesuai dengan kelasnya). Ketika pemain mengumpulkan ability point (AP) yang cukup, kemampuan itu akan bisa digunakan tanpa harus memakai item tersebut.
Kemampuan dibedakan menjadi kemampuan menyerang dan pendukung. Kemampuan menyerang menghabiskan (MP) dan termasuk sihir menyerang dan gerakan spesial pada pertarungan. Kemampuan pendukung mendukung karakter (misalnya "Heal", "Esuna", dll), dan harus digunakan dengan kristal sihir (magic Stone) agar bisa dipakai. Batas maksimum kristal sihir akan meningkat seiring kenaikan level karakter

Lokasi


Peta dari Gaia.
Final Fantasy IX mengambil tempat pada empat benua dari dunia yang bernama Gaia. Sebagian besar penduduk Gaia hidup pada Mist Continent, dinamakan demikian karena seluruh benua tersebut ditutupi kabut. Benua yang lain adalah Outer, Lost, dan Forgotten Continent; adalah benua yang belum dijelajahi sampai ada pesawat di dalam permainan. Beberapa lokasi seperti dunia Terra dan Memoria adalah di luar area layar dunia. Mist Continent dibagi menjadi Alexandria, Lindblum, Burmecia, dan Cleyra, dan setiap wilayah dipisahkan oleh pegunungan.
Gaia dihuni oleh manusia dan berbagai variasi ras non-manusia. Alexandria dan Lindblum adalah populasi yang terdiri dari manusia dan non-manusia. Burmecia dan Cleyra dihuni oleh ras sejenis Tikus, ada juga ras Genome yang hidup ada di Terra yang menunggu restorasi Terra untuk mengambil alih dunia Gaia; yang hidup di Outer Continent, disebut juga sebagai kelas Summoner. Ras ini mirip manusia tetapi mempunyai tanduk pada dahinya. Di dalam cerita ini, hanya ada dua "Summoner" yang tersisa Garnet dan Eiko yang lain hancur ketika kapal perang Terra merusak kampung halaman mereka Madain Sari. Ada juga ras Qu yang dikenal sebagi koki, hidup di rawa-rawa dan memakan kodok.
Pada Final Fantasy IX, pengembang permainan membuat lingkungan permainan lebih "Berorientasi fantasi" dibandingkan dengan Final Fantasy VII dan Final Fantasy VII yang lebih futuristik atau canggih. Masyarakat pada cerita bergantung pada tenaga angin dan air sebagai sumber energi atau listrik. Berdasar zaman pertengahan, tempat cerita ini diinspirasi oleh Norse dan mitologi Eropa. Menurut direktor Hiroyuki Itō, tim pengembang tertarik pada sejarah Eropa dan mitologi Eropa karena kedalam cerita dan dramanya.

Karakter

Ada delapan karakter yang bisa dimainkan pada Final Fantasy IX, nama depan mereka dapat diubah sesuai keinginan pemain, kecuali Adelbert Steiner yang nama belakangnya yang dapat diubah dan Garnet yang nama aliasnya juga dapat diubah:
  1. Zidane Tribal (juga ditranskripsikan sebagai "Jitan", "Zitan", "Yitán", atau "Gidan"), anggota dari bandit bernama Tantalus;
  2. Putri Garnet Til Alexandros XVII (alias Dagger; nama aslinya Sarah), putri angkat ratu Alexandria yang mempunyai hubungan dengan "Eidolon";
  3. Vivi Orunita, penyihir hitam muda;
  4. Adelbert Steiner, Kapten dari Kesatria Pluto dan pelayan setia dari Alexandria dan Putri Garnet;
  5. Freya Crescent, Kesatria naga wanita dari Burmecia;
  6. Quina Quen, Seorang Qu yang diperintah oleh gurunya untuk berkelana menjelajah dunia sehingga ia dapat belajar mengenai resep masakan; jenis kelaminnya tidak diketahui, kemungkinan aseksual;
  7. Eiko Carol, bocah perempuan berusia enam tahun yang hidup di Madain Sari, desa yang hilang tempat pemanggil Eidolon;
  8. Salamander Coral (versi AS Amarant Coral), pemburu bayaran yang dicari karena kejahatan yang dilakukan Zidane.
Karakter yang lain adalah Cid, seorang pemimpin yang karismatik dari kerajaan Lindblum; Brahne, Ibu Garnet dan Ratu yang lapar dari Alexandria; Beatrix, pemimpin yang kuat dari kesatria wanita Alexandria; karakter antagonis Kuja, musuh dari Gaia. Karakter yang lain juga muncul; tetapi hanya sebagai cerita awal.
Selama pengembangan, Si pembuat juga membuat karakter prioritas. Kembali ke Final Fantasy I juga memengaruhi desain karakter, yang menghasilkan karakter seperti komik. Untuk menyelesaikan dan memuaskan penggemar yang menyukai karakter realistis seperti Final Fantasy VIII, desainer membuat karakter yang membuat pemain masih bisa berelasi dengan karakter tersebut lebih mudah.

Cerita


Kapal Tantalus' , Prima Vista, mendekati Alexandria.
Final Fantasy IX dimulai dengan Zidane dan Grup Teater Tantalus menculik Putri Garnet, ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Grup tersebut terkejut pada Garnet, sebenarnya ingin kabur menuju Lindblum untuk menemui Cid dan kabur dengan kapal teater Prima Vista. Kapal tersebut mengalami kerusakan parah ketika kabur; dan jatuh ke dalam Evil Forest, membuat Zidane untuk melanjutkan perjalanan ke Lindblum tanpa grup Tantalus. Zidane dan Garnet di temani Vivi dan Steiner, kabur bersama dari Alexandria. Selama perjalanan, Garnet memakai nama samaran "Dagger" Sesampainya di Dali grup tersebut mengetahui pabrik yang memproduksi Prajurit Penyihir hitam untuk kepentingan Alexandria. Tiga yang terkuat disebut Black Waltz
Di Lindblum, Zidane bertemu dengan Freya dan bergabung pada festival perburuan Lindblum. Regent Cid telah diubah menjadi Seperti serangga oleh istirnya Hilda. Regent Cid bercerita bahwa untuk melindungi Garnet dari serangan ratu Brahne, ia telah menyuruh Tantalus untuk menculik dia. Ketika grup mengetahui bahwa Alexandria akan menyerang Burmecia, Freya menginvestigasi situasi bersama Zidane dan Vivi,sedangkan Dagger dan Steiner pergi ke Alexandria untuk menyuruh Brahne menghentikan perang. Garnet tidak berdaya untuk menghentikan Brahne, dan eidolon Dagger di paksa keluar dari tubuhnya oleh Ratu Brahne. Brahne menggunakan Eidolon Dagger untuk menghancurkan Cleyra, setelah menyerang Lindblum, memaksa Cid untuk menyerah. Zidane, Freya, dan Vivi, setelah menyaksikan penyerangan pada Cleyra menyelamatkan Dagger bersama dengan Beatrix kembali ke Lindblum.

Bahamut muncul di Pohon Iifa.
Setelah itu, Cid memberitahukan Zidane dkk, mengenai pemasok senjata Brahne, Kuja . Zidane dkk, pergi menuju Outer Continent markas dari Kuja, melewati terowong dengan bantuan Quina . Disana Zidane dkk, bertemu dengan summoner muda bernama Eiko, yang mengasumsikan dirinya sebagai orang terakhir yang selamat dari Madain Sari. Mereka juga menemukan vila Penyihir Hitam yang tersembunyi. Pengejaran untuk mengejar Kuja membawa mereka menuju Iifa Tree, penghasil Mist. Zidane dkk, akhirnya mengetahu bahwa Kuja menggunakan mist untuk menciptakan penyihir hitam. Zidane dkk, akhirnya mengalahkan inti Iifa Tree dan menghentikan kabut yang ada. Ketika Zidane dkk, kembali ke Madain Sari, mereka bertemu dan melawan Amarant, yang direkrut oleh Ratu Brahne untuk membawa Dagger pulang. Amarant bergabung dengan grup karena alasannya sendiri. Pada Iifa Tree, Brahne berbalik menyerang Kuja dengan Bahamut. Tetapi dengan kapal Invincible Kuja bisa mengontrol Bahamut dan membunuh Brahne dan membunuh pasukannya.
Zidane dkk kemudian kembali ke Alexandria, dan Garnet diberi mahkota Ratu. Setelah itu Kuja menyerang Alexandria dengan Bahamut. Kemudia Eiko dan Garnet memanggil eidolon legendaris yaitu Alexander, yang bergabung dengan kastil Alexandria. Alexander mengeluarkan sayapnya dan melindungi kastil dari serangan Mega Flare Bahamut. Karena Alexander lebih kuat dari Bahamut, Kuja berusaha untuk mengendalikan Alexander menggunakan kapal Invincible, tetapi digagalkan oleh seorang pria tua bernama Garland yang menghancurkan Alexander dan sebagian kota Alexandria. Tetapi Kuja masih menginginkan untuk menguasai eidolon yang lebih kuat untuk menghabisi Garland, dengan mengganti perhatiannnya pada Eiko. Kemudia Zidane dkk, mengetahui keberadaan Istana Padang Pasir Kuja dan pergi menyerangnya. Tetapi Kuja menahan Zidan dkk, dan kabur membawa Eiko untuk mengambil Eidolonnya. Selama proses ekstrak berlangsung, Moogle penjaga Eiko, Mog. Berubah dengan mode Trance untuk menjadi wujud aslinya yaitu eidolon Madeen, dan menggagalkan proses ekstrak tersebut. Belajar mengenai kekuatan dari Trance, Kuja membuat rencana dengan Trance untuk menghabisi Kuja. Zidane dkk, kemudia menyelamatkan Eiko dan juga menemukan Hilda istri dari Regent Cid, yang membuat Cid kembali menjadi manusia. Cid sekarang bisa mendesain kapal untuk Zidane dkk, yang tidak membutuhkan tenaga Mist untuk bergerak.
Dengan kekuatan Hilda, Zidane dkk mengejar Kuja menuju Terra dengan membuka portal. Di kota Terra, Bran Ball. Rahasia terbuka bahwa Garland adalah yang membuat penduduk Terra dan bertujuan untuk menggabunggkan Terra dengan Gaia, karena Terra adalah planet yang kering. Garland membuat Gnome — pintar, mencari tubuh — untuk tubuh penduduk Terra. Pembuat eksistensi pohon Iifa, pembuat fenomena Mist(Kabut), dan pembuat dari Kuja dan Zidane , adalah bagian dari proses tersebut. Marah dengan motif dari Garland, Zidane dkk melawan Garland. Tetapi Kuja sekarang mengumpulkan jiwa yang cukup untuk menjadi Trance Kuja. Trance Kuja menghabisi Garland, tetapi sebelumnya Garland memperingatkannya dengan batas waktu kehidupannya, dan memberitahukan bahwa Zidane untuk menggantikannya. Marah dengan kata-kata Garland, Kuja menghancurkan Terra sementara Zidane dkk, menyelamatkan Genome dan kembali ke Gaia dengan kapal Invincible.

Garnet dan Zidane berpelukan pada akhir permainan.
Ketika kembali Zidane dkk menemukan bahwa Mist(kabut) telah kembali dan menyelimuti seluruh Gaia. Dengan gabungan kekuatan Burmecia, Lindblum, dan Alexandria, mereka menuju Pohon Iifa, yang kemudia mereka dipindahkan(diteleportasi) menuju lokasi misterius yang disebut Memoria. Roh dari Garland membimbing Zidane dkk, menuju Kuja. Ketika Kuja kalah, ia menggunakan kemampuan Trance untuk menghancurkan kristal, sumber kehidupan, sehingga memunculkan Necron, "Eternal Darkness"(kegelapan abadi) untuk menghancurkan kehidupan. Setelah Necron kalah, Memoria dan Pohon Iffa hancur. Ketika Grup tersebut ingin melarikan diri dari Pohon Iifa, Zidane tertinggal di Pohon Iifa karena inging menyelamatkan Kuja, dan nanti diasumsikan mati bersama dengan Kuja dalam reruntuhan.
Beberapa waktu kemudian , Alexandria kembali dibangun, dan Tantalus datang ke Alexandria untuk menampilkan teater untuk ratu Garnet. Selama penampilan, Satu dari aktor melepaskan jubahnya dan menunjukkan dirinya adalahj Zidane. Cerita berakhir ketika Zidane dan Garnet berpelukan. Pemandangan yang lain juga menunjukkan bahwa Vivi;entah bagaimana mempunyai anak. Steiner dan Beatrix kembali ke posnya yang lama sebagai penjaga kerajaan; Eiko diadopsi oleh Regent Cid dan Hilda; Freya kembali ke cinta lamanya, Tuan Fratler; dan Quina menjadi koki Istana Alexandria.

Final Fantasy VII (Plot)

Bagian awal

Permainan ini bermula dari sebuah karakter protagonis, Cloud Strife, bergabung dengan organisasi anti-Shinra yakni AVALANCHE di mana organisasi ini sedang akan menyerang salah satu dari reaktor Mako yang mengelilingi kota Midgar. Reaktor Mako berhasil mereka hancurkan dan mereka segera kembali kemarkasnya dimana dalam perjalanan ini Cloud bertemu dengan Aeris Gainsborough, seorang wanita penjual bunga. Saat AVALANCHE melakukan misi berikutnya, mereka terperangkap oleh Presiden Shinra dimana mako reaktor tersebut ternyata dijaga oleh sebuah robot. Walaupun mereka berhasil mengalahkan robot tersebut, Cloud yang belum sempat untuk keluar dari reaktor terlempar dari tingkat atas Midgar akibat ledakan reaktor, dari tingkat atas Midgar Cloud terlempar sampai kepada bagian slum dibawah dan jatuh disebuah gereja pada Sektor 5, dia terjatuh diatas bunga-bunga dan tidak terluka parah. Digereja inilah Cloud mengenal Aeris. Aeris meminta Cloud bekerja sebagai penjaga dirinya dimana akhirnya Cloud setuju dan dalam seketika itu mereka berdua kedatangan tamu yakni, para Turk yang berasal dari Shinra dimana para Turk tersebut diperintahkan untuk menangkap Aeris.
Setelah pertarungan selesai, Aeris dengan senang hati menunjuk jalan menuju Sektor 7 (markas AVALANCHE). Saat diperjalanan Aeris berbicara bahwa pacar pertamanya adalah SOLDIER kelas satu sama seperti Cloud dulu. Tiba-tiba dalam perjalanan Aeris dan Cloud melihat Tifa masuk kedalam Wall Market, sebuah area pada Sektor 6 yang dikenal sebagai tempat aktivitas para kriminal. Mereka mengikuti Tifa sampai akhirnya mereka menyusup masuk kedalam rumah bos kriminal Don Corneo dan menemukan berita mengagetkan yaitu Shinra telah mengetahui markas AVALANCHE dan berencana untuk menghancurkan Sector 7. AVALANCHE yang mendengar berita itu tidak bisa tinggal diam dan mencoba menggagalkan rencana tersebut namun Shinra akhirnya berhasil menghancurkan Sektor 7, banyak para penduduk Sektor 7 yang meninggal termasuk 3 anggota AVALANCHE. Tidak lama setelah itu para Turk berhasil menangkap Aeris, dimana setelah kejadian itu diketahui bahwa Aeris adalah manusia terakhir yang bertahan hidup dari bangsa kuno bernama "Cetra". Presiden Shinra percaya bahwa Aeris dapat menunjukkan jalan menuju daerah impian yang dikenal sebagai "Promised Land", daerah yang mempunyai banyak energi mako dan Shinra bertujuan untuk mengambil energi tersebut.
Sebagai anggota tersisa dari AVALANCHE, Tifa, Barret, dan Cloud menyusup kedalam markas utama Shinra untuk menyelamatkan Aeris. Setelah berhasil menyelmatkan Aeris, mereka bertemu dengan Red XIII yang akhirnya bergabung dengan grup. Saat mereka akan melarikan diri dari markas Shinra, mereka menemukan para pekerja, termasuk Presiden Shinra, dibantai. Cloud melihat luka yang terdapat pada Presiden Shinra dan mengetahui bahwa pembantainya adalah SOLDIER bernama Sephiroth yang diduga hidup kembali. Pekerja yang ditemukan masih hidup dalam keadaan sekarat memberitahui Cloud dan yang lain bahwa dia melihat Sephiroth membunuh presiden serta berbicara bahwa dia tidak akan pernah mengijinkan Shinra untuk mendapatkan Promised Land. Cloud dan yang lain juga mengetahui bahwa kepala dari sebuah makhluk bernama "Jenova" menghilang dari bangunan fasilitas riset.
Setelah kejadian itu Shinra dipimpin oleh Rufus, anak dari Presiden Shinra, sedangkan AVANLACHE sekarang mengejar Sephiroth karena takut akan tujuan penggunaan dari Promised Land yang akan lebih membahayakan daripada tujuan Shinra. Dalam pengejaran ini beberapa orang mauk kedalam grup yakni, Yuffie Kisaragi, Cait Sith, Cid Highwind, dan Vincent Valentine. Saat perjalanan berlanjut, setiap anggota grup mengalami konflik tentang masa lalunya. Tidak lama setelah itu akhirnya rencana Sephiroth terbuka, rencananya adalah menggunakan "Meteor" untuk melukai planet ini separah mungkin, sehingga Lifestream yang berada dalamnya akan berkumpul pada luka tersebut untuk menyembuhkan luka itu. Sebelum Lifestream berkumpul Sephiroth berencana untuk masuk pada retakan-retakan luka tersebut, Sephiroth berencana untuk bergabung dengan seluruh energi di planet yang membuatnya mendapatkan kekuatan dewa. Untuk mencegah itu AVALANCHE berencana untuk mengambil Black Materia yang diperlukan untuk mengaktifkan Meteor, tetapi Sephiroth mengeluarkan kekuatan misterius yang membuat dirinya menguasai Cloud untuk mengaktifkan Black Materia.
Aeris, yang takut akan keinginan Sephiroth untuk menggunakan Meteor, sudah mengerti banyak tentang darah yang mengalir pada tubuhnya dari seorang profesor di Cosmo Canyon serta telah mendapatkan ingatan dari para pendahulunya di kuil Cetra. Ia memutuskan untuk menghentikan Sephiroth seorang diri. AVALANCHE yang khawatir akan hal itu terus mengikuti Aeris hingga akhirnya mereka tiba di kota kuno Cetra. Setelah mereka menemukan Aeris yang sedang berdoa untuk planet, Sephiroth yang tidak terlihat keberadaannya mencoba untuk membunuh Aeris dengan mengendalikan Cloud, namun Cloud menolak perintah Sephiroth. Sephiroth akhirnya muncul dan membunuh Aeris. Setelah mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada Aeris, para karakter yang tersisa bersatu untuk membunuh Sephiroth dan membalaskan dendam atas kematiannya.

Bagian tengah cerita

Setelah kejadian itu, Sephirot mulai membuat Cloud meragukan ingatannya dan membuat Cloud mengetahui bahwa dirinya bukanlah manusia, tetapi dirinya adalah spesimen yang diciptakan dari genetik Jenova yang dibuat oleh Professor Hojo dari Shinra.
Jenova dimana akhirnya para pemain akan diceritakan, adalah sebuah makhluk parasit yang mendarat diplanet kira-kira 2000 tahun yang lalu menggunakan meteor. Akibat dari benturan meteor yang meninggalkan bekas kawah yang besar serta melukai planet, Jenova yang muncul dari kawah bertujuan untuk menyebarkan virus kepada seluruh organisme makhluk hidup diplanet, dimana virus tersebut dapat menyebabkan kegilaan dan membuat makhluk berubah menjadi monster. Korban yang paling banyak terjangkit adalah dari suku Cetra, Jenova menyebarkannya dengan cara menggunakan kemampuannya mimic'nya dimana dia mampu berubah bentuk dan menyamar menjadi sebagai orang Cetra.
Cetra yang berusaha untuk melindungi diri mereka, akhirnya membuat monster raksasa bernama "WEAPONs" atau dalam bahasa Indonesia berarti Senjata, tetapi mayoritas manusia memilih untuk kabur daripada berhadapan dengan Jenova. Sekelompok para orang yang masih hidup dari suku Cetra berjuang melawan Jenova untuk melindungi planet dan berhasil mengalahkan Jenova, serta menyegelnya pada kawah tempat Jenova mendarat. Setelah itu para "WEAPONs" memasuki masa hibernasinya untuk menunggu apabila akan ada ancaman yang kembali mengancam keselamatan planet. Namun jasad Jenova akhirnya ditemukan oleh Professor Gast, seorang penjelajah dari Shinra. Karena mengira bahwa makhluk tersebut adalah makhluk yang berasal dari suku Cetra, Gast akhirnya diberikan kekuasaan untuk melakukan percobaan pembuatan manusia artifisial dengan menggunakan kombinasi sel-sel Jenova dengan janin dari manusia yang tidak lahir untuk menghasilkan seorang Cetra.
5 tahun sebelumnya, Sephiroth mengetahui bahwa dia adalah hasil eksperimen saat dia berada di Nibelheim kota asal Cloud dan Tifa, untuk menjalankan misi. Namun dikarenakan Sephirot yang tidak peduli dengan detail-detail yang berkaitan, dia berkesimpulan bahwa dia adalah seorang dari suku Cetra yang telah diproduksi hanya dari material genetik Jenova. Dengan kemarahan yang luar biasa, Sephirot membakar kota, membunuh semua penduduk Nibelheim dan bertujuan untuk membunuh semua orang didunia yang merupakan keturunan para orang yang tidak ikut membuang dunianya dan tidak ikut melindungi dunia. Menurut Cloud, dia bertemu dengan Sephiroth saat pembantaian tersebut dan setelah itu Sephirot menghilang tanpa jejak lalu diasumsikan mati sampai akhirnya dia muncul kembali digedung Shinra. Saat perjalanan dan sudah sampai pada kawasan kawah utara, Sephiroth memberitahukan Cloud bahwa yang berada di Nibelheim saat itu bukanlah Cloud melainkan seorang SOLDIER kelas 1 dengan rambut hitam. Tifa yang tidak dapat membalas kata-kata tersebut membuat Cloud bingung dan ragu akan keberadaannya, hal tersebut menyebabkan Sephiroth dapat mengeluarkan Meteor, dimana dengan munculnya Meteor maka para "WEAPONs' terbangun dari masa hibernasinya. Dunia berguncang, gempa bumi yang besar, saat itu Cloud akhirnya terpisah dari teman-temannya dan terjatuh kedalam Lifestream.

Bagian Akhir

Saat meteor yang dipanggil oleh Sephirot semakin dekat dengan dunia, Shinra memfokuskan kinerjanya dalam melindungi para manusia dari para "WEAPONs", yang menganggap bahwa semuanya adalah ancaman untuk dunia. Ditempat lain, AVALANCHE yang mencari Cloud akhirnya menemukan dirinya berada disebuah rumah sakit yang berada pada sebuah pulau tropis, Cloud pada saat ini masih mengalami shock yang berat dan berlaku seperti orang cacat. Para "WEAPONs" yang mulai bergerak dan menghancurkan segalanya menyebabkan pulau kecil tempat AVALANCHE berada hancur berantakan, dimana Cloud dan Tifa jatuh kedalam Lifestream yang berada dibawah pulau tersebut. Disitu Tifa mulai mencoba untuk mengembalikan ingatan Cloud dan mengetahui kebenaran masa lalunya. Walaupun Cloud berada di Nibelheilm saat pembantaian oleh Sephiroth, namun Cloud bukanlah seorang SOLDIER karena dia tidak berhasil menjadi SOLDIER dan hanya berhasil menjadi sebatas prajurit biasa. Diketahui bahwa SOLDIER dengan rambut hitam yang sebelumnya diingat oleh Cloud adalah Zack, dan dia adalah pacar pertama Aeris. Saat Sephiroth menghancurkan Nibelheim, Zack, Tifa dan Cloud bertarung melawan Sephiroth di dalam reaktor mako yang berada di Nibelheim. Walaupun Tifa dan Zack dikalahkan oleh Sephiroth, Cloud masih terus bertarung hingga akhirnya Cloud dan Sephiroth sama-sama terluka parah. Sephiroth tiba-tiba langsung mengambil kepala Jenova, yang berada di dalam reaktor mako tersebut dan melompat kedalam Lifestream.
Setelah kejadian itu, Tifa kembali dengan selamat sampai Midgar, dimana akhirnya dia bergabung dengan AVALANCHE, Cloud dan Zack yang termasuk sebagai para orang yang bertahan hidup dicap oleh Shinra sebagai pengkhianat dengan alasan membantu pembantaian Sephiroth. Profesor Hojo akhirnya menggunakan mereka semua yang bertahan hidup sebagai objek eksperimen, dimana dilakukan eksperimen yang sama dengan yang dilakukan untuk para SOLDIER. Namun dikarenakan Hojo melakukan eksperimen tanpa memedulikan keadaan mental para objek eksperimen berakibat semua objek eksperimen memasuki status koma kecuali Zack. Hampir 5 tahun kemudian, Zack kabur dari penjara dan membawa Cloud dengannya. Disitulah dimana akhirnya Cloud yang telah diinjeksi sel-sel Jenova membentuk personalitas baru yang salah, dia membentuk dirinya sebagai Zack baik dari sifat, cara bertarung, maupun ingatan tentang kejadian di Nibelheim dan statusnya sebagai SOLDIER kelas satu, tetapi karena hal itu pula Cloud dapat dikuasai oleh Sephiroth. Zack dibunuh oleh tentara Shinra yang mengejarnya di luar Midgar, kejadian ini terjadi sesaat sebelum mulainya permainan. Setelah itu Tifa akhirnya bertemu Cloud yang menggunakan pakaian Zack dan langsung menawari pekerjaan dengan AVALANCHE.

Karakter

Protagonis

  • Cloud Strife
  • Tifa Lockhart
  • Barret Wallace
  • Cid Highwind
  • Cait Sith
  • Aeris Gainsborough
  • Yuffie Kisaragi
  • Red XIII
  • Vincent Valentine

Antagonis

  • Turk
    • Elena
    • Tseng
    • Reno
    • Rude
  • Sephiroth.
  • Rufus Shinra

Karakter Pendukung Cerita

  • Biggs
  • Wedge
  • Jessie
  • Ibu Aeris
  • Mr. Lockhart
  • Bugenhagen
  • JENOVA
  • Reeve
  • Marlene
  • Zack Fair

Kota dan Daerah di FF VII

  • Midgar.
  • Kalm.
  • Fort Condor.
  • Cetra.
  • Costa Del Sol yang merupakan tempat wisata (jika ingin beli Vila siapkan uang sekitar 300.000 Gil).
  • Wutai.
  • Cosmo Canyon.
  • Junon.
  • Mideel.
  • Icicle Inn
  • Northern Crater.
  • Forgotten Capital.
  • Nibelheim.
  • Rocket Town.
  • Ancient Forest.
  • Chocobo Ranch
  • Chocobo Sage